Sungguh besar Kau Allahku
Morning bloggers and blog-readers! :)
Saya bersyukur banget dikasi hari yang baru lagi sama Tuhan, dan sekarang ini pengen sharing lagi 1 lagu yang sangat menguatkan saya, dan salah 1 lagu favorit saya juga :)
Judul lagunya sesuai dengan judul posting saya: Sungguh Besar Kau Allahku (How Great Thou Art). Buat teman-teman yang belum tahu, lagu ini adalah salah satu dari sekian banyak lagu hymn. Banyak orang bilang lagu hymn itu jadul! (kebanyakan anak-anak muda sepertinya..hahaha..). Banyak juga yang bilang lagu hymn itu ga jadul lhooo, dan mengandung banyak pengalaman rohani di dalam setiap kata-katanya. Ya apapun pendapat orang-orang, lagu hymn buat saya pribadi sangat menginspirasi kehidupan saya pribadi.. Kata-katanya sangat powerful dan meaningful.
Saat ini, saya mencoba untuk mencari tahu latar belakang lagu ini diciptakan.. Dan setelah coba cari-cari di internet, kurang lebih yang saya dapatkan seperti ini:
Lagu ini diciptakan oleh seorang hamba Tuhan dari Swedia, yaitu Carl Gustav Boberg. Awalnya ini adalah sebuah puisi, yang berjudul O Store Gud (O Great God), diciptakan pada tahun 1885 dan berisi 9 bait puisi.. Berawal ketika Boberg dan teman-temannya berjalan pulang setelah beribadah, dan saat itu keadaan alam sekitar mereka sedang bergejolak.. Ada petir, awan badai, angin kencang, dan tibalah juga hujan mengguyur.. Namun setelah semua itu berakhir, munculah pelangi yang indah.. Dan ketika Boberg kembali ke tempat tinggalnya, ia segera membuka jendela dan tersaji pemandangan indah.. Tidak hanya itu, ia juga menikmati kicauan burung dan bunyi lonceng gereja yang berdentang.. Di saat itulah, Boberg menyadari ia sudah menyaksikan rangkaian pemandangan dan pengalaman rohani yang luar biasa dari alam ciptaan Tuhan.. Pengalaman inilah yang menginspirasinya untuk menulis 9 bait puisi tersebut.. Boberg juga terinspirasi oleh isi dari Mazmur 8..
Lagu ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang percaya, salah satunya adalah seorang hamba Tuhan juga, yang bernama Stuart Wesley Keene Hine.. Beliau banyak melayani di daerah Eropa Timur.. Hine pertama kali mendengar lagu ini dari versi bahasa Jerman yang ditranslate ke bahasa Rusia, ketika ia sedang menginjili di daerah Ukraina, di dekat perbatasan Polandia.. Hine terinspirasi untuk menulis parafrase versi bahasa Inggrisnya, yang dikenal dengan judul "How Great Thou Art" sampai sekarang.. Hine terus membawa lagu dari Boberg ini selama pelayanannya.. Ia mempelajari benar-benar bahasa Rusia, agar dapat mengerti isi lagu tersebut dengan sebenar-benarnya, dan kemudian ia menambahkan beberapa bait, yang salah satunya adalah:
Bait terakhir dari lagu How Great Thou Art ditambahkan oleh Hine setelah terjadinya perang dunia ke-2.. Beliau terinspirasi oleh seorang prajurit Rusia yang berada di camp di Inggris, di mana prajurit tersebut diceritakan sudah berpisah dengan istrinya, yang seorang Kristen.. Saat berpisah, prajurit tersebut belum percaya pada Tuhan Yesus Kristus.. Namun, beberapa saat setelah mereka berpisah, sang prajurit menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya.. Di saat itu juga ia ingin sekali bersatu kembali dengan istrinya dan membagikan pengalaman rohani yang ia dapat.. Namun, ia berpikir sepertinya sudah tidak mungkin ia bertemu kembali dengan istrinya, setelah sekian lama berpisah.. Yang ada dipikirannya adalah suatu saat mereka akan bertemu kembali di surga.. Prajurit ini sangat merindukan saat-saat di mana Tuhan akan memanggil dia kembali ke surga yang kekal.. Maka, muncullah bait ke-4 (bait terakhir) dari How Great Thou Art:
Lagu ini sekali lagi sangat menginspirasi saya dalam menjalani kehidupan ini, terutama untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara nyata.. Seperti Daud berkata di Mazmur 42, pada pembukaannya: "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.."
Lagu ini tidak henti-hentinya memberkati saya setiap saat, dan juga terus saya coba bawakan dalam setiap pelayanan saya..
Saya sangat berharap lagu ini juga bisa menginspirasi teman-teman sekalian.. :)
How great Thou art! Sunggur besar Kau Allahku!
With God we do our best!
Saya bersyukur banget dikasi hari yang baru lagi sama Tuhan, dan sekarang ini pengen sharing lagi 1 lagu yang sangat menguatkan saya, dan salah 1 lagu favorit saya juga :)
Judul lagunya sesuai dengan judul posting saya: Sungguh Besar Kau Allahku (How Great Thou Art). Buat teman-teman yang belum tahu, lagu ini adalah salah satu dari sekian banyak lagu hymn. Banyak orang bilang lagu hymn itu jadul! (kebanyakan anak-anak muda sepertinya..hahaha..). Banyak juga yang bilang lagu hymn itu ga jadul lhooo, dan mengandung banyak pengalaman rohani di dalam setiap kata-katanya. Ya apapun pendapat orang-orang, lagu hymn buat saya pribadi sangat menginspirasi kehidupan saya pribadi.. Kata-katanya sangat powerful dan meaningful.
Saat ini, saya mencoba untuk mencari tahu latar belakang lagu ini diciptakan.. Dan setelah coba cari-cari di internet, kurang lebih yang saya dapatkan seperti ini:
Lagu ini diciptakan oleh seorang hamba Tuhan dari Swedia, yaitu Carl Gustav Boberg. Awalnya ini adalah sebuah puisi, yang berjudul O Store Gud (O Great God), diciptakan pada tahun 1885 dan berisi 9 bait puisi.. Berawal ketika Boberg dan teman-temannya berjalan pulang setelah beribadah, dan saat itu keadaan alam sekitar mereka sedang bergejolak.. Ada petir, awan badai, angin kencang, dan tibalah juga hujan mengguyur.. Namun setelah semua itu berakhir, munculah pelangi yang indah.. Dan ketika Boberg kembali ke tempat tinggalnya, ia segera membuka jendela dan tersaji pemandangan indah.. Tidak hanya itu, ia juga menikmati kicauan burung dan bunyi lonceng gereja yang berdentang.. Di saat itulah, Boberg menyadari ia sudah menyaksikan rangkaian pemandangan dan pengalaman rohani yang luar biasa dari alam ciptaan Tuhan.. Pengalaman inilah yang menginspirasinya untuk menulis 9 bait puisi tersebut.. Boberg juga terinspirasi oleh isi dari Mazmur 8..
Lagu ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang percaya, salah satunya adalah seorang hamba Tuhan juga, yang bernama Stuart Wesley Keene Hine.. Beliau banyak melayani di daerah Eropa Timur.. Hine pertama kali mendengar lagu ini dari versi bahasa Jerman yang ditranslate ke bahasa Rusia, ketika ia sedang menginjili di daerah Ukraina, di dekat perbatasan Polandia.. Hine terinspirasi untuk menulis parafrase versi bahasa Inggrisnya, yang dikenal dengan judul "How Great Thou Art" sampai sekarang.. Hine terus membawa lagu dari Boberg ini selama pelayanannya.. Ia mempelajari benar-benar bahasa Rusia, agar dapat mengerti isi lagu tersebut dengan sebenar-benarnya, dan kemudian ia menambahkan beberapa bait, yang salah satunya adalah:
And when I think that God, His Son not sparing
Sent Him to die, I scarce can take it in
That on the cross, my burden gladly bearing
He bled and died to take away my sin
Bait terakhir dari lagu How Great Thou Art ditambahkan oleh Hine setelah terjadinya perang dunia ke-2.. Beliau terinspirasi oleh seorang prajurit Rusia yang berada di camp di Inggris, di mana prajurit tersebut diceritakan sudah berpisah dengan istrinya, yang seorang Kristen.. Saat berpisah, prajurit tersebut belum percaya pada Tuhan Yesus Kristus.. Namun, beberapa saat setelah mereka berpisah, sang prajurit menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya.. Di saat itu juga ia ingin sekali bersatu kembali dengan istrinya dan membagikan pengalaman rohani yang ia dapat.. Namun, ia berpikir sepertinya sudah tidak mungkin ia bertemu kembali dengan istrinya, setelah sekian lama berpisah.. Yang ada dipikirannya adalah suatu saat mereka akan bertemu kembali di surga.. Prajurit ini sangat merindukan saat-saat di mana Tuhan akan memanggil dia kembali ke surga yang kekal.. Maka, muncullah bait ke-4 (bait terakhir) dari How Great Thou Art:
When Christ shall come with shout of acclamation
to take me home, what joy shall fill me heart
Then I shall bow with humble adoration
and there proclaim: my God how great Thou art!
Lagu ini sekali lagi sangat menginspirasi saya dalam menjalani kehidupan ini, terutama untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara nyata.. Seperti Daud berkata di Mazmur 42, pada pembukaannya: "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.."
Lagu ini tidak henti-hentinya memberkati saya setiap saat, dan juga terus saya coba bawakan dalam setiap pelayanan saya..
Saya sangat berharap lagu ini juga bisa menginspirasi teman-teman sekalian.. :)
How great Thou art! Sunggur besar Kau Allahku!
With God we do our best!

Komentar
Posting Komentar