Pemulihan Hasrat: Refleksi, Otokritik, dan Kegelisahan
Sudah lama banget saya ga nulis di blog ini. Mungkin karena pengaruh cepatnya media sosial yang secara sengaja ataupun tidak telah memaksa saya untuk mencerna segala sesuatu dengan instan. Dan memang rasanya saya cukup jarang punya waktu untuk meresapi apa-apa yang terjadi di sekitar saya, khususnya yang berkaitan erat dengan pekerjaan saya sebagai rohaniwan penuh waktu. Ya, pekerjaan. Mungkin aneh bagi sebagian kalian, karena "biasanya" seorang rohaniwan mendefinisikan "pekerjaannya" sebagai panggilan. Sebuah istilah yang dirasa rohani, tapi saya pikir sering disalahgunakan. Ngomong-ngomong soal penyalahgunaan kata "panggilan" bagi seorang rohaniwan (atau hamba Tuhan, penginjil, apapun itu namanya), baru-baru ini salah satu akun media sosial yang terlihat satir memuat hal ini, dan seketika saya pun merenungkannya dan melihat pada diri sendiri: "Apakah saya seperti yang dikatakan oleh akun ini? Apakah bagi saya, menjadi rohaniwan itu adalah cita...



