Christ, Christmas, Crisis: Kristus yang menyelinap di tengah krisis dunia (dan gereja)
2020. Tahun yang "di luar dugaan," penuh ketidakpastian, mungkin akan diakhiri dengan perasaan seperti naik roller coaster dan pikiran yang vertigo. Berbagai dugaan dan ketidakpastian ga hanya hilir mudik di tengah dunia, tapi juga di tengah gereja.
Sekumpulan orang percaya yang "katanya" merayakan Natal sebagai momen historis dan teologis ketika Allah datang ke tengah dunia, mengambil tempat, "menyelinap" kalau boleh saya katakan.
Bagi semua orang Kristen, momen Natal tahun 2020 terasa berbeda: Tidak semeriah biasanya, banyak batasan-batasan interaksi sosial dan ibadah, mungkin ga bisa menyaksikan ratusan, ribuan, puluhan ribu jemaat menyalakan lilin bersama di malam Natal. Pandemi menjadi "musim dingin" bagi momen Natal kali ini dan menebar teror krisis, mulai dari kesehatan sampai ekonomi, dan gereja pun ga luput dari krisis terbesar, yaitu kehadiran Tuhan. Gereja sedang dalam kondisi darurat!
Saya ingatkan segelintir tentang kedaruratan ini.
Di tengah darurat pandemi, gereja cukup sibuk "terkoneksi" dengan jemaat dan dunia yang terpisah secara fisik. Media online, media sosial menjadi alat bantu dan setidaknya sampai saat ini cukup "menjaga" gereja untuk tetap sibuk. Kesibukan yang ga kalah heboh dan mungkin sama dengan dunia: Penelitian vaksin, pencarian celah untuk berkuasa, proyek-proyek pemulihan ekonomi dan rekonsiliasi sosial bernuansa politis.
Namun saya mengajak kita berimajinasi secara teologis:
Jika Tuhan "menyelinap" di tengah musim pandemi ini dan ingin menyampaikan sesuatu, apakah yang menjadi pesan-Nya? Ketika Tuhan mengizinkan pandemi ini menyapu semua yang terlihat mata di dalam apa yang kita bisa labelkan "kristen," apa yang mau Tuhan sampaikan? Ketika Tuhan mengizinkan adanya krisis pertumbuhan rohani, darurat kepemimpinan di tengah gereja, apa yang mau Tuhan singkapkan?
Apa jawaban dari ini semua? Masihkah kita, gereja tetap sibuk dengan hal-hal yang terlihat mata? Adakah di momen Natal ini justru kita dicelikkan sekali lagi akan kehadiran Tuhan yang "menyelinap" di tengah-tengah krisis dunia dan kedaruratan gereja? Adakah kehadiran Tuhan kembali "mengambil tempat" paling utama di hidup kita dan gereja-Nya? Adakah kehadiran Tuhan kembali membuktikan janji-Nya untuk tetap mengasihi dan setia memelihara kita, bahkan di tengah krisis? Adakah Dia jauh lebih besar dari pandemi, jauh lebih berkuasa dari harta dan otoritas manusia, jauh lebih menyehatkan dari vaksin-vaksin?
Apa arti kehadiran Kristus bagiku dan bagimu di momen Natal tahun ini?
Hati-hati, Dia sedang menyelinap di tengah keadaan-keadaan sulit. Dia ga sungkan untuk menjungkirbalikkan narasi hidup kita demi mengambil tempat-Nya di tengah kita. Bersiaplah untuk tetap krisis, namun Ia beri harapan yang mampukan kita untuk optimis. Hadapi kondisi darurat, namun dengan hasrat, kerinduan yang hanya tertuju kepada Tuhan. Dia sudah datang, Dia dekat, dan Dia akan segera datang kembali.
Menjelang Natal 2020.
Di tengah krisis, di tengah penantian.

Komentar
Posting Komentar