Great is Thy faithfulness (Besar SetiaMu)
Saya tidak bosan-bosannya untuk membagikan pengalaman rohani yang saya dapatkan selama hidup saya.. Termasuk pada posting saya kali ini, lagu "Besar SetiaMu" sangat menjadi berkat bagi saya (setelah sebelumnya saya sempat sharingkan mengenai lagu "Sungguh Besar Kau Allahku").. Lagu ini sungguh menggambarkan bagaimana kesetiaan Tuhan kita yang ga ada abis-abisnya.. Setiap kata dari lagu ini benar-benar berbicara kepada saya, menyaksikan bahwa kasih setia dan pemeliharaan Tuhan tidak pernah berhenti buat semua anak-anakNya.. Lagu ini pun menjadi salah satu lagu favorit dari mama saya :)
Chorus:
Great is Thy faithfulness! Great is Thy faithfulness!
Morning by morning, new mercies I see
All I have needed Thy hand hath provided
Great is Thy faithfulness, Lord, unto me!
Setelah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya pada usia yang ke-27, beliau menemukan damai sejahtera yang luar biasa.. Ia menyadari bahwa kasih setia dan pemeliharaan Tuhan selalu tersedia buatnya.. Tuhan selalu menjadi kekuatannya ketika ia lemah dan sakit.. Salah satu ayat favoritnya adalah Ratapan 3:22-23 (saya memilih untuk menulis terjemahan bahasa Inggrisnya): "It is of the Lord's mercies that we are not consumed, because His compassions fail not. They are new every morning: great is Thy faithfulness."
Ketika Thomas sedang menjalani suatu mission trip, beliau sering surat-menyurat dengan salah satu teman baiknya, William Runyan, seorang pemusik yang tidak terlalu ternama.. Mereka sering pula bertukar puisi.. Suatu saat, Runyan menemukan salah satu puisi Thomas yang sangat menyentuh untuknya.. Kemudian Runyan menambahkan nada untuk puisi ini, dan pada tahun 1923 terciptalah lagu Great is Thy faithfulness.
Untuk beberapa tahun, lagu hymn ini tetap kurang dikenal, sampai pada suatu hari, seorang profesor dari Moody Bible Institute menemukan lagu ini sangat indah, dan ia meminta untuk lagu ini dinyanyikan di kebaktian kampusnya.. Dan juga pada tahun 1945, lagu hymn ini akhirnya terdengar ke seluruh dunia, ketika George Beverly Shea menyanyikannya pada saat KKR penginjilan dari Billy Graham..
Thomas Chisolm meninggal pada usia 94 tahun, dan di masa hidupnya ia sudah menulis lebih dari 1200 puisi dan lagu hymn..
Luar biasa bukan teman-teman? Seorang yang bisa dikatakan sakit-sakitan, namun Tuhan pakai begitu luar biasanya, sehingga umur hidupnya pun (menurut saya) sudah banyak bonusnya.. Ketika kita menyadari dan mau menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan, kita akan peka dan benar-benar merasakan bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah dalam kehidupan kita.. Meskipun seringkali kita mengecewakan dan menyakiti hati Tuhan, Ia tidak pernah berubah setia.. KasihNya pun tak pernah berkurang sedikit pun bagi kita.. Apalagi yang tidak Tuhan berikan kepada kita? Masih tidak cukupkah kasih dan anugrahNya untuk kita? Saya belajar dan terus belajar untuk bersandar pada kasih setia Tuhan.. Jika kita terus menerus mengandalkan manusia, ketika kita dikecewakan atau disakiti, besar kemungkinan kita akan drop.. stres.. ada kepahitan dan dendam.. Hal-hal tersebut juga yang saya alami, ketika saya dikecewakan oleh salah seorang yang saya sangat kasihi.. Namun, pilihannya adalah: apakah saya, kita akan terus tenggelam dalam kekecewaan? Ataukah kita bangkit bersama Kristus, dan menyadari bahwa kasihNya selalu melingkupi kita, tidak pernah meninggalkan kita, dan akan terus menopang dan memulihkan kehidupan kita. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing :)
Pagi ini, saya mendapat BBM dari seorang teman, yang tertulis:
Kebencian melumpuhkan hidup, cinta membebaskannya.. Kebencian mengacaukan hidup, cinta menyelaraskannya.. Kebencian menggelapkan hidup, cinta meneranginya.. - Martin Luther King Jr.
Saya percaya, cinta kasih yang sejati dari Tuhan Yesus Kristus pasti akan selalu membantu kita untuk menghadapi kehidupan ini lebih baik lagi.. Saya rindu mengajak setiap kita untuk belajar bersama, untuk membuang jauh segala kebencian, dendam, amarah, kepahitan hidup, hawa nafsu, dan keinginan-keinginan duniawi kita, yang akan membuat kita jauh dari Tuhan.. Sadarilah bahwa kasih setia Tuhan adalah kasih yang sejati dan tidak pernah meninggalkan kita..
Selamat menikmati kasih dan anugrah Tuhan :)
With God we do our best!
"Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun." - Mazmur 89:1
Great is Thy faithfulness, o God my Father
There is no shadow of turning with Thee
Thou changest not, Thy compassion they fail not
As Thou has been, Thou forever will be
Chorus:
Great is Thy faithfulness! Great is Thy faithfulness!
Morning by morning, new mercies I see
All I have needed Thy hand hath provided
Great is Thy faithfulness, Lord, unto me!
Summer and winter, springtime and harvest
Sun, moon, and stars in their courses above
Join with all nature in manifold witness
To Thy great faithfulness, mercy and love
Pardon for sin and a peace that endurethLagu ini dibuat oleh Thomas Obadiah Chisolm, seorang yang mempunyai kelainan kesehatan di masa dewasanya.. Kesehatannya sangat mudah drop, sehingga seringkali ia benar-benar harus istirahat di tempat tidurnya dan tidak dapat bekerja sama sekali.. Bahkan tidak jarang ia bekerja sampai larut / lembur, demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan menebus waktu-waktu kerjanya yang tertinggal karena ia sakit..
Thine own dear presence to cheer and to guide
Strength for today and bright hope for tomorrow
Blessings all mine, with ten thousands beside!
Setelah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya pada usia yang ke-27, beliau menemukan damai sejahtera yang luar biasa.. Ia menyadari bahwa kasih setia dan pemeliharaan Tuhan selalu tersedia buatnya.. Tuhan selalu menjadi kekuatannya ketika ia lemah dan sakit.. Salah satu ayat favoritnya adalah Ratapan 3:22-23 (saya memilih untuk menulis terjemahan bahasa Inggrisnya): "It is of the Lord's mercies that we are not consumed, because His compassions fail not. They are new every morning: great is Thy faithfulness."
Ketika Thomas sedang menjalani suatu mission trip, beliau sering surat-menyurat dengan salah satu teman baiknya, William Runyan, seorang pemusik yang tidak terlalu ternama.. Mereka sering pula bertukar puisi.. Suatu saat, Runyan menemukan salah satu puisi Thomas yang sangat menyentuh untuknya.. Kemudian Runyan menambahkan nada untuk puisi ini, dan pada tahun 1923 terciptalah lagu Great is Thy faithfulness.
Untuk beberapa tahun, lagu hymn ini tetap kurang dikenal, sampai pada suatu hari, seorang profesor dari Moody Bible Institute menemukan lagu ini sangat indah, dan ia meminta untuk lagu ini dinyanyikan di kebaktian kampusnya.. Dan juga pada tahun 1945, lagu hymn ini akhirnya terdengar ke seluruh dunia, ketika George Beverly Shea menyanyikannya pada saat KKR penginjilan dari Billy Graham..
Thomas Chisolm meninggal pada usia 94 tahun, dan di masa hidupnya ia sudah menulis lebih dari 1200 puisi dan lagu hymn..
Luar biasa bukan teman-teman? Seorang yang bisa dikatakan sakit-sakitan, namun Tuhan pakai begitu luar biasanya, sehingga umur hidupnya pun (menurut saya) sudah banyak bonusnya.. Ketika kita menyadari dan mau menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan, kita akan peka dan benar-benar merasakan bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah dalam kehidupan kita.. Meskipun seringkali kita mengecewakan dan menyakiti hati Tuhan, Ia tidak pernah berubah setia.. KasihNya pun tak pernah berkurang sedikit pun bagi kita.. Apalagi yang tidak Tuhan berikan kepada kita? Masih tidak cukupkah kasih dan anugrahNya untuk kita? Saya belajar dan terus belajar untuk bersandar pada kasih setia Tuhan.. Jika kita terus menerus mengandalkan manusia, ketika kita dikecewakan atau disakiti, besar kemungkinan kita akan drop.. stres.. ada kepahitan dan dendam.. Hal-hal tersebut juga yang saya alami, ketika saya dikecewakan oleh salah seorang yang saya sangat kasihi.. Namun, pilihannya adalah: apakah saya, kita akan terus tenggelam dalam kekecewaan? Ataukah kita bangkit bersama Kristus, dan menyadari bahwa kasihNya selalu melingkupi kita, tidak pernah meninggalkan kita, dan akan terus menopang dan memulihkan kehidupan kita. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing :)
Pagi ini, saya mendapat BBM dari seorang teman, yang tertulis:
Kebencian melumpuhkan hidup, cinta membebaskannya.. Kebencian mengacaukan hidup, cinta menyelaraskannya.. Kebencian menggelapkan hidup, cinta meneranginya.. - Martin Luther King Jr.
Saya percaya, cinta kasih yang sejati dari Tuhan Yesus Kristus pasti akan selalu membantu kita untuk menghadapi kehidupan ini lebih baik lagi.. Saya rindu mengajak setiap kita untuk belajar bersama, untuk membuang jauh segala kebencian, dendam, amarah, kepahitan hidup, hawa nafsu, dan keinginan-keinginan duniawi kita, yang akan membuat kita jauh dari Tuhan.. Sadarilah bahwa kasih setia Tuhan adalah kasih yang sejati dan tidak pernah meninggalkan kita..
Selamat menikmati kasih dan anugrah Tuhan :)
With God we do our best!
"Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun." - Mazmur 89:1

Komentar
Posting Komentar