Sampai jumpa...
Wassup bloggers dan blog-readers!:)
Posting saya kali ini judulnya agak rancu ya.. hehehe.. Saya hanya ingin membagikan sedikit pengalaman saya, berhubungan dengan judul posting saya..
Kata-kata "sampai jumpa", atau biasanya kita singkat dengan "goodbye" adalah kata yang sangat sering kita pakai di kehidupan kita sehari-hari.. Misalnya saja, saya ada meeting dengan client saya, dan ketika meeting sudah selesai, saya dan client saya akan berpisah alias kembali ke habitat masing-masing, maka kata "goodbye" akan terlontar dari mulut kami masing-masing.. Atau ketika saya sedang hang-out dengan teman-teman saya ke suatu tempat, dan ketika waktu hang-out kami sudah selesai dan kami akan pulang ke rumah masing-masing, pasti kata "goodbye" (atau terkadang "bye-bye") keluar dari mulut kami.. :)
Untuk kebanyakan kita, kata goodbye memiliki makna yang terlalu dangkal.. Ya, betul, dari sudut pandang saya, sampai jumpa memiliki makna yang lebih dari sekedar "kata / kalimat perpisahan", atau "kata yang dipakai ketika kita akan meninggalkan seseorang setelah melakukan sesuatu hal"..
Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa ada sebagian kita yang menambahkan beberapa kata lagi setelah kata sampai jumpa atau goodbye? :)
Kata sampai jumpa atau goodbye bukanlah kata mati! Dan yang mau saya share di sini adalah: ketika kata sampai jumpa itu terucap, jangan berhenti sampai di situ.. Jangan mengartikannya hanya sebatas 2 kata saja.. :)
Kemarin baru saja saya berbincang-bincang dengan mantan pacar saya.. Kemarin, 20 September 2012, adalah hari di mana kami seharusnya merayakan 3 tahun kebersamaan kami, namun karena kami sudah lebih dulu berpisah sebelum hari itu, akhirnya saya memilih hari kemarin sebagai waktu di mana saya ingin sedikit ngobrol dengan sang wanita.. Di akhir perjumpaan kami, saya sempat berkata: "Selamat menempuh hidup baru ya..", dan ketika saya sudah pergi meninggalkan dia, seperti biasanya saya mengucapkan: "Dah...", ya goodbye lah kira-kira seperti itu.. Namun, somehow entah kenapa, hati dan pikiran saya berkata bahwa sepertinya mantan pacar saya mendefinisikan hari kemarin sebagai hari di mana kami benar-benar (atau bisa dikatakan "officially") berpisah.. Berpisah di mana kami tidak akan bertemu lagi.. Ya sekali lagi, ini hanya analisa sudut pandang saya saja ya.. :) Mungkin saja yang sebenarnya berbeda, namun yang saya lihat, yang saya observasi adalah seperti itu..
Jujur, saya tidak pernah terpikir untuk benar-benar meninggalkan mantan pacar saya ini.. Saya hanya ingin wanita yang saya kasihi ini hidup sesuai rencana dan kehendak Tuhan.. Mau diajar dan dihajar oleh Tuhan.. Dengan saya meninggalkannya, bukan berarti dia tidak punya siapa-siapa.. Saya ingin dia benar-benar belajar mengasihi Tuhan lebih sungguh dan mengandalkan Tuhan dalam setiap situasi.. Mengandalkan manusia tidak selamanya berhasil.. Setiap manusia punya kelemahan masing-masing.. Cepat atau lambat, kita akan dikecewakan oleh sesama kita.. :) Namun, apakah Tuhan pernah membuat kita kecewa? Saya yakin tidak.. :)
Singkat cerita, mungkin ini tidak sempat terkatakan kepada mantan pacar saya.. Ya, kali-kali aja dia membaca posting saya ini, saya hanya bisa berkata: "Saya tidak pernah benar-benar berkata "goodbye" kepadamu.. Seperti yang sudah saya katakan, selama saya dimampukan dan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengasihimu, saya akan melakukan itu, meskipun rasa sayang saya kepadamu sudah tidak seperti dulu lagi.. Saya bersyukur Tuhan mengajarkan saya untuk mengasihi sesama (dalam hal ini kamu) bukan dengan kasih dunia, tetapi kasih Tuhan Yesus.. Kasih yang mau berkorban.. Kasih yang rela memberi, meskipun tidak menerima.. Kasih yang tulus dan tanpa pamrih.. Di dalam kata-kata perpisahan saya, masih tersirat secercah harapan kecil, bahwa kita akan bertemu lagi dan bersatu lagi.. Ya, jika itu memang kehendak Tuhan.."
With God we do our best!:)
Posting saya kali ini judulnya agak rancu ya.. hehehe.. Saya hanya ingin membagikan sedikit pengalaman saya, berhubungan dengan judul posting saya..
Kata-kata "sampai jumpa", atau biasanya kita singkat dengan "goodbye" adalah kata yang sangat sering kita pakai di kehidupan kita sehari-hari.. Misalnya saja, saya ada meeting dengan client saya, dan ketika meeting sudah selesai, saya dan client saya akan berpisah alias kembali ke habitat masing-masing, maka kata "goodbye" akan terlontar dari mulut kami masing-masing.. Atau ketika saya sedang hang-out dengan teman-teman saya ke suatu tempat, dan ketika waktu hang-out kami sudah selesai dan kami akan pulang ke rumah masing-masing, pasti kata "goodbye" (atau terkadang "bye-bye") keluar dari mulut kami.. :)
Untuk kebanyakan kita, kata goodbye memiliki makna yang terlalu dangkal.. Ya, betul, dari sudut pandang saya, sampai jumpa memiliki makna yang lebih dari sekedar "kata / kalimat perpisahan", atau "kata yang dipakai ketika kita akan meninggalkan seseorang setelah melakukan sesuatu hal"..
Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa ada sebagian kita yang menambahkan beberapa kata lagi setelah kata sampai jumpa atau goodbye? :)
"Sampai jumpa besok ya.."
"Goodbye! See you next week!"
"Sampai jumpa di lain kesempatan ya!"
"Sampai jumpa tahun depan!"
Kata sampai jumpa atau goodbye bukanlah kata mati! Dan yang mau saya share di sini adalah: ketika kata sampai jumpa itu terucap, jangan berhenti sampai di situ.. Jangan mengartikannya hanya sebatas 2 kata saja.. :)
Kemarin baru saja saya berbincang-bincang dengan mantan pacar saya.. Kemarin, 20 September 2012, adalah hari di mana kami seharusnya merayakan 3 tahun kebersamaan kami, namun karena kami sudah lebih dulu berpisah sebelum hari itu, akhirnya saya memilih hari kemarin sebagai waktu di mana saya ingin sedikit ngobrol dengan sang wanita.. Di akhir perjumpaan kami, saya sempat berkata: "Selamat menempuh hidup baru ya..", dan ketika saya sudah pergi meninggalkan dia, seperti biasanya saya mengucapkan: "Dah...", ya goodbye lah kira-kira seperti itu.. Namun, somehow entah kenapa, hati dan pikiran saya berkata bahwa sepertinya mantan pacar saya mendefinisikan hari kemarin sebagai hari di mana kami benar-benar (atau bisa dikatakan "officially") berpisah.. Berpisah di mana kami tidak akan bertemu lagi.. Ya sekali lagi, ini hanya analisa sudut pandang saya saja ya.. :) Mungkin saja yang sebenarnya berbeda, namun yang saya lihat, yang saya observasi adalah seperti itu..
Jujur, saya tidak pernah terpikir untuk benar-benar meninggalkan mantan pacar saya ini.. Saya hanya ingin wanita yang saya kasihi ini hidup sesuai rencana dan kehendak Tuhan.. Mau diajar dan dihajar oleh Tuhan.. Dengan saya meninggalkannya, bukan berarti dia tidak punya siapa-siapa.. Saya ingin dia benar-benar belajar mengasihi Tuhan lebih sungguh dan mengandalkan Tuhan dalam setiap situasi.. Mengandalkan manusia tidak selamanya berhasil.. Setiap manusia punya kelemahan masing-masing.. Cepat atau lambat, kita akan dikecewakan oleh sesama kita.. :) Namun, apakah Tuhan pernah membuat kita kecewa? Saya yakin tidak.. :)
Singkat cerita, mungkin ini tidak sempat terkatakan kepada mantan pacar saya.. Ya, kali-kali aja dia membaca posting saya ini, saya hanya bisa berkata: "Saya tidak pernah benar-benar berkata "goodbye" kepadamu.. Seperti yang sudah saya katakan, selama saya dimampukan dan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengasihimu, saya akan melakukan itu, meskipun rasa sayang saya kepadamu sudah tidak seperti dulu lagi.. Saya bersyukur Tuhan mengajarkan saya untuk mengasihi sesama (dalam hal ini kamu) bukan dengan kasih dunia, tetapi kasih Tuhan Yesus.. Kasih yang mau berkorban.. Kasih yang rela memberi, meskipun tidak menerima.. Kasih yang tulus dan tanpa pamrih.. Di dalam kata-kata perpisahan saya, masih tersirat secercah harapan kecil, bahwa kita akan bertemu lagi dan bersatu lagi.. Ya, jika itu memang kehendak Tuhan.."
Perpisahan tidak pernah benar-benar terjadi di dunia ini, karena saya percaya, setiap kita yang beriman di dalam Yesus Kristus akan bertemu kembali di surga yang kekal nanti...
With God we do our best!:)

Huahhhhhhh, terharu :D sampai jumpa, aritnya there will be next meeting :) semangat kaka ku :) God with us :)
BalasHapushehehe.. tengkyu kezz..
BalasHapus