I have decided to follow Jesus...
Good morning bloggers and blog-readers!:)
Bersyukur akhirnya saya dapat kesempatan (atau lebih tepatnya mood dan moment) untuk menulis di sini..
Hampir 2 bulan belakangan ini (sepertinya sudah pernah saya share) saya sangat bergumul mengenai masalah saya dengan mantan pacar saya.. Dan pergumulan ini pun sampai membuat tubuh saya merespon, dengan kata lain saya sakit.. Definisi sakit tidak harus demam lah, sampai di op-name lah.. Tidak separah itu, namun sakit ini sangat akut, sampai-sampai tubuh saya seperti alergi atau anti terhadap segala hal..
Di posting ini saya bukan mau share mengenai sakit saya, namun ini hanyalah bagian dari pelajaran hidup dan pengalaman rohani yang harus saya jalani :) Saya terus diajar oleh Tuhan untuk bergantung padaNya.. Saya tidak bisa menjalani semua ini sendiri.. Saya harus mengandalkan Tuhan, karena hanya Dia yang bisa memampukan saya untuk menghadapi setiap pergumulan saya..
Ketika saya broke up dengan mantan pacar saya, seminggu pertama saya sempat emosi tidak karuan.. Seakan-akan saya masih tidak bisa terima mengapa hal tersebut terjadi.. Perlahan saya berusaha meredakan emosi-emosi saya.. Sampai sekarang pun saya masih belajar untuk tidak naik darah dalam menghadapi situasi ini.. Namun, 1 hal yang terus menguatkan saya dan mengingatkan saya: Saya sudah mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan Yesus.. Mengikut dalam artian tidak hanya sekedar mengikuti kehendak dan tuntunanNya, tetapi juga meninggalkan segala sesuatu yang menjadi hambatan bagi saya untuk memenuhi panggilan Tuhan..
Sudah cukup lama saya bergumul untuk meninggalkan pekerjaan sekuler saya.. Saya sangat senang dengan pekerjaan saya saat ini, namun untuk memberikan segalanya untuk Tuhan, harus ada yang saya tinggalkan.. Banyak yang menjadi pertimbangan saya ketika saya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan sekuler saya.. Namun, ketika saya berserah penuh pada Tuhan, Ia pun menjawab doa-doa saya, dengan cara yang tidak saya duga.. :) sungguh ajaib anugrah Tuhan! Saya tahu persis jenjang karir saya jika saya terus berkarya di bidang sekuler, dan saya yakin itu adalah jenjang karir yang saya impikan dan cita-citakan.. Namun, saya terus diingatkan akan panggilan Tuhan untuk melayaniNya sepenuh waktu.. Saya pun sudah capek berlari dan berlari terus.. :)
Sebenarnya, sebelum pekerjaan, ada hal lain yang harus saya tinggalkan.. Ya, keluarga saya.. Meninggalkan keluarga dalam artian saya menyerahkan masa depan keluarga saya sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.. Pekerjaan orang tua saya dan kuliah serta karir dari adik saya.. Cukup berat buat saya ketika saya harus benar-benar mengatur waktu antara pelayanan dan waktu keluarga saya.. Saya cukup sedih ketika waktu dengan keluarga saya tidak terlalu banyak.. Namun lagi-lagi, Tuhan menuntun saya dan akhirnya perlahan tapi pasti, saya mulai bisa menyesuaikan waktu dengan keluarga saya, terutama orang tua saya, ditambah sebentar lagi saya akan punya waktu lebih banyak untuk mereka.. :)
Hal terakhir yang awalnya saya tidak sadari harus saya tinggalkan, untuk mengikut Tuhan, adalah pasangan hidup saya.. Saya cukup yakin mantan pacar saya adalah yang terakhir untuk saya dan yang terbaik, dengan kata lain saya yakin dia adalah tulang rusuk saya yang hilang selama ini (halah...). Namun, lagi-lagi Tuhan terus membuktikan bahwa hanya diriNyalah yang sempurna dan patut ditinggikan.. Saya menyadari, saya terlalu membanggakan mantan pacar saya.. Saya terlalu yakin bahwa dialah yang terbaik buat saya, di mata saya, bukan di mata Tuhan.. Terutama setelah mendengar beberapa khotbah yang mengingatkan saya bahwa ketika kita mau komit untuk ikut Tuhan, kita harus mau dibersihkan dan dikikis oleh Tuhan.. Karakter saya yang berpotensi jadi batu sandungan, perlahan Tuhan bersihkan.. Ambisi dan cita-cita serta pasangan hidup yang saya yakini akan menemani saya seumur hidup, Tuhan kikis dulu, karena Tuhan tahu saat yang terbaik untuk memberikan kembali semua itu untuk saya.. Akhirnya, beberapa minggu belakangan saya belajar untuk mengerti dan memahami akan kehendak Tuhan berkaitan dengan pasangan hidup saya.. Saya tahu tidak akan mudah untuk menjalani ini semua, namun 1 hal yang saya imani, yaitu bahwa Tuhan Yesus pasti setia menemani dan membimbing saya.. Dia juga yang akan menopang saya jika saya terjatuh.. Dia juga pula yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya, menurut kehendakNya.. Dia sendiri juga yang akan menyediakan dan memimpin masa depan saya, sesuai dengan waktu dan rencanaNya, bukan rencana saya.. :)
Dan pada akhirnya, di saat masa-masa persiapan Hymn Night 2012 GKY Grenvil, sampai di hari H, saya terus dikuatkan oleh salah satu lagu, yaitu I have decided to follow Jesus (Mengikut Yesus keputusanku). Latar belakang lagu ini adalah perjuangan iman dari seorang pria yang berasal dari suku Assam, di India.. Ia dan keluarganya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya di saat ada penginjil dari Wales yang melakukan mission trip ke kampungnya.. Dengan semangat yang membara pun, pria ini kemudian membagikan pengalaman imannya kepada teman-teman sesukunya, dan banyak dari mereka yang akhirnya ikut menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka.. Mengetahui hal ini, kepala suku pun geram dan memerintahkan anak-anak buahnya untuk mencari siapa yang menyebarkan Yesus Kristus ini..
Singkat cerita, pria ini beserta keluarganya (1 istri dan 2 anak) tertangkap dan diadili oleh sang kepala suku.. Kepala suku ini meminta sang pria untuk menyangkal Tuhannya, atau keluarganya akan dihabisi satu persatu.. Namun, pria ini tahu benar bahwa mengikut Yesus sudah menjadi keputusannya yang bulat dan ia imani, maka bait pertama dari lagu I have decided to follow Jesus pun keluar dari mulutnya..
Seketika itu juga, kedua anaknya dibunuh.. Kepala suku kembali menekan sang pria untuk menyangkal Tuhannya.. atau.. istrinya akan dibunuh..
Sang pria sadar bahwa kedua anaknya sudah meninggal, dan istri yang dikasihinya pun akan menyusul kedua anaknya, maka terlontarlah bait ke-2 dari lagu ini:
Dan istrinya pun dibunuh.. dan saat itu, sang pria tidak mempunyai siapa-siapa lagi, dan tidak ada sesuatu apapun yang ia punya.. Ketika kepala suku kembali menyuruh pria ini untuk menyangkal Yesus, ia pun hanya bisa berkata:
Dan pria ini pun dibunuh..
Namun, pekerjaan Tuhan Yesus tidak pernah terselami oleh pikiran manusia.. Melalui kesaksian hidup sang pria dan keluarganya, yang rela melepas nyawa demi Sang Juruselamat, kepala suku inipun tercengang, dan akhirnya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya..
Lagu ini sangat menguatkan dan menghiburkan saya.. Kurang lebihnya mirip dengan apa yang saya alami.. Saat ini, bisa dikatakan saya tidak mempunyai apa-apa lagi, selain kasih dan anugrah Tuhan buat saya.. dan kasih serta anugrahNya itu sudah lebih dari cukup untuk saya.. :)
With God, we do our best!:)
Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil.. Terpujilah nama Tuhan! - Ayub
Bersyukur akhirnya saya dapat kesempatan (atau lebih tepatnya mood dan moment) untuk menulis di sini..
Hampir 2 bulan belakangan ini (sepertinya sudah pernah saya share) saya sangat bergumul mengenai masalah saya dengan mantan pacar saya.. Dan pergumulan ini pun sampai membuat tubuh saya merespon, dengan kata lain saya sakit.. Definisi sakit tidak harus demam lah, sampai di op-name lah.. Tidak separah itu, namun sakit ini sangat akut, sampai-sampai tubuh saya seperti alergi atau anti terhadap segala hal..
Di posting ini saya bukan mau share mengenai sakit saya, namun ini hanyalah bagian dari pelajaran hidup dan pengalaman rohani yang harus saya jalani :) Saya terus diajar oleh Tuhan untuk bergantung padaNya.. Saya tidak bisa menjalani semua ini sendiri.. Saya harus mengandalkan Tuhan, karena hanya Dia yang bisa memampukan saya untuk menghadapi setiap pergumulan saya..
Ketika saya broke up dengan mantan pacar saya, seminggu pertama saya sempat emosi tidak karuan.. Seakan-akan saya masih tidak bisa terima mengapa hal tersebut terjadi.. Perlahan saya berusaha meredakan emosi-emosi saya.. Sampai sekarang pun saya masih belajar untuk tidak naik darah dalam menghadapi situasi ini.. Namun, 1 hal yang terus menguatkan saya dan mengingatkan saya: Saya sudah mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan Yesus.. Mengikut dalam artian tidak hanya sekedar mengikuti kehendak dan tuntunanNya, tetapi juga meninggalkan segala sesuatu yang menjadi hambatan bagi saya untuk memenuhi panggilan Tuhan..
Sudah cukup lama saya bergumul untuk meninggalkan pekerjaan sekuler saya.. Saya sangat senang dengan pekerjaan saya saat ini, namun untuk memberikan segalanya untuk Tuhan, harus ada yang saya tinggalkan.. Banyak yang menjadi pertimbangan saya ketika saya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan sekuler saya.. Namun, ketika saya berserah penuh pada Tuhan, Ia pun menjawab doa-doa saya, dengan cara yang tidak saya duga.. :) sungguh ajaib anugrah Tuhan! Saya tahu persis jenjang karir saya jika saya terus berkarya di bidang sekuler, dan saya yakin itu adalah jenjang karir yang saya impikan dan cita-citakan.. Namun, saya terus diingatkan akan panggilan Tuhan untuk melayaniNya sepenuh waktu.. Saya pun sudah capek berlari dan berlari terus.. :)
Sebenarnya, sebelum pekerjaan, ada hal lain yang harus saya tinggalkan.. Ya, keluarga saya.. Meninggalkan keluarga dalam artian saya menyerahkan masa depan keluarga saya sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.. Pekerjaan orang tua saya dan kuliah serta karir dari adik saya.. Cukup berat buat saya ketika saya harus benar-benar mengatur waktu antara pelayanan dan waktu keluarga saya.. Saya cukup sedih ketika waktu dengan keluarga saya tidak terlalu banyak.. Namun lagi-lagi, Tuhan menuntun saya dan akhirnya perlahan tapi pasti, saya mulai bisa menyesuaikan waktu dengan keluarga saya, terutama orang tua saya, ditambah sebentar lagi saya akan punya waktu lebih banyak untuk mereka.. :)
Hal terakhir yang awalnya saya tidak sadari harus saya tinggalkan, untuk mengikut Tuhan, adalah pasangan hidup saya.. Saya cukup yakin mantan pacar saya adalah yang terakhir untuk saya dan yang terbaik, dengan kata lain saya yakin dia adalah tulang rusuk saya yang hilang selama ini (halah...). Namun, lagi-lagi Tuhan terus membuktikan bahwa hanya diriNyalah yang sempurna dan patut ditinggikan.. Saya menyadari, saya terlalu membanggakan mantan pacar saya.. Saya terlalu yakin bahwa dialah yang terbaik buat saya, di mata saya, bukan di mata Tuhan.. Terutama setelah mendengar beberapa khotbah yang mengingatkan saya bahwa ketika kita mau komit untuk ikut Tuhan, kita harus mau dibersihkan dan dikikis oleh Tuhan.. Karakter saya yang berpotensi jadi batu sandungan, perlahan Tuhan bersihkan.. Ambisi dan cita-cita serta pasangan hidup yang saya yakini akan menemani saya seumur hidup, Tuhan kikis dulu, karena Tuhan tahu saat yang terbaik untuk memberikan kembali semua itu untuk saya.. Akhirnya, beberapa minggu belakangan saya belajar untuk mengerti dan memahami akan kehendak Tuhan berkaitan dengan pasangan hidup saya.. Saya tahu tidak akan mudah untuk menjalani ini semua, namun 1 hal yang saya imani, yaitu bahwa Tuhan Yesus pasti setia menemani dan membimbing saya.. Dia juga yang akan menopang saya jika saya terjatuh.. Dia juga pula yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya, menurut kehendakNya.. Dia sendiri juga yang akan menyediakan dan memimpin masa depan saya, sesuai dengan waktu dan rencanaNya, bukan rencana saya.. :)
Dan pada akhirnya, di saat masa-masa persiapan Hymn Night 2012 GKY Grenvil, sampai di hari H, saya terus dikuatkan oleh salah satu lagu, yaitu I have decided to follow Jesus (Mengikut Yesus keputusanku). Latar belakang lagu ini adalah perjuangan iman dari seorang pria yang berasal dari suku Assam, di India.. Ia dan keluarganya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya di saat ada penginjil dari Wales yang melakukan mission trip ke kampungnya.. Dengan semangat yang membara pun, pria ini kemudian membagikan pengalaman imannya kepada teman-teman sesukunya, dan banyak dari mereka yang akhirnya ikut menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka.. Mengetahui hal ini, kepala suku pun geram dan memerintahkan anak-anak buahnya untuk mencari siapa yang menyebarkan Yesus Kristus ini..
Singkat cerita, pria ini beserta keluarganya (1 istri dan 2 anak) tertangkap dan diadili oleh sang kepala suku.. Kepala suku ini meminta sang pria untuk menyangkal Tuhannya, atau keluarganya akan dihabisi satu persatu.. Namun, pria ini tahu benar bahwa mengikut Yesus sudah menjadi keputusannya yang bulat dan ia imani, maka bait pertama dari lagu I have decided to follow Jesus pun keluar dari mulutnya..
"I have decided to follow Jesus.. no turning back, no turning back.."
Seketika itu juga, kedua anaknya dibunuh.. Kepala suku kembali menekan sang pria untuk menyangkal Tuhannya.. atau.. istrinya akan dibunuh..
Sang pria sadar bahwa kedua anaknya sudah meninggal, dan istri yang dikasihinya pun akan menyusul kedua anaknya, maka terlontarlah bait ke-2 dari lagu ini:
"Though none go with me, still I will follow.. no turning back, no turning back.."
Dan istrinya pun dibunuh.. dan saat itu, sang pria tidak mempunyai siapa-siapa lagi, dan tidak ada sesuatu apapun yang ia punya.. Ketika kepala suku kembali menyuruh pria ini untuk menyangkal Yesus, ia pun hanya bisa berkata:
"The cross before me, the world behind me.. no turning back, no turning back.."
Dan pria ini pun dibunuh..
Namun, pekerjaan Tuhan Yesus tidak pernah terselami oleh pikiran manusia.. Melalui kesaksian hidup sang pria dan keluarganya, yang rela melepas nyawa demi Sang Juruselamat, kepala suku inipun tercengang, dan akhirnya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya..
Lagu ini sangat menguatkan dan menghiburkan saya.. Kurang lebihnya mirip dengan apa yang saya alami.. Saat ini, bisa dikatakan saya tidak mempunyai apa-apa lagi, selain kasih dan anugrah Tuhan buat saya.. dan kasih serta anugrahNya itu sudah lebih dari cukup untuk saya.. :)
With God, we do our best!:)
Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil.. Terpujilah nama Tuhan! - Ayub

Komentar
Posting Komentar