Menari dengan Sang Gembala: Menikmati irama Tuhan di tengah kesibukan kita
"Are you tired? Worn out? Burned out on religion? Come to me. Get away with me and you'll recover your life. I'll show you how to take a real rest. Walk with me and work with me - watch how I do it. Learn the unforced rhythms of grace. I won't lay anything heavy or ill-fitting on you. Keep company with me and you'll learn to live freely and lightly." - Jesus Christ, in Matthew 11:28-30 (The Message Bible).
Injil Matius diawali dengan sebuah berita sukacita, yaitu lahirnya Yesus (Tuhan menyelamatkan), yang disebut Imanuel (Allah di tengah kita). Dua nama yang menyuarakan berita keselamatan Allah bagi umat manusia, yaitu Allah sendiri hadir di tengah-tengah ciptaan-Nya dan berkarya untuk memberikan keselamatan kekal. Dampak dari keselamatan yang Allah berikan bagi orang-orang yang percaya di dalam nama Yesus Kristus tidak hanya bersifat yang akan datang, tetapi juga saat ini, sekarang. Dampak ini juga merupakan ciri khas dari kerajaan Allah yang bersifat subversif dari kerajaan dunia. Seorang Raja di atas segala raja yang mau hadir di tengah-tengah umat-Nya. Hal ini yang Yesus bawa dan beritakan di sepanjang pelayanan-Nya, termasuk ketika Dia menyatakan:
"Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."
Ajakan Kristus di atas kembali menjadi penyegar bagi kondisi rohani dan jasmani saya. Ketika rohani dan jasmani mulai melemah, Tuhan bermurah hati memberikan ajakan-Nya bagi saya. Sebuah ajakan untuk "menari" kembali bersama-Nya. Menikmati ritme-Nya, mendengarkan harmoni instrumen dan suara-Nya, dan berjalan seturut langkah-Nya. Sebuah ajakan yang indah sekaligus berat bagi orang seperti saya, yang seringkali bertumpu kepada kekuatan dan kemampuan sendiri. Menuju bulan kedelapan di masa praktik pelayanan setahun, saya mendapati sering saya melewatkan tangan Tuhan yang mengulurkan ajakan-Nya untuk berjalan bersama Dia. Tak mengherankan jika tak jarang saya mengalami burn-out di dalam melayani. Saya pikir saya kuat, saya merasa sudah cukup pintar, tetapi itu semua justru membuat saya semakin habis terserap.
Melalui ajakan agung-Nya, Sang Gembala untuk kesekian kalinya mengulurkan tangan-Nya bagi saya. Ia mengajak saya untuk kembali menikmati irama penuh anugerah yang Ia berikan. Melalui ajakan-Nya Sang Gembala mengingatkan bahwa Ia tidak hanya memperlengkapi saya dengan talenta, namun juga memberikan irama-irama kehidupan yang penuh anugerah, sehingga saya senantiasa mengenali langkah-Nya, suara-Nya, kehendak-Nya.
Dunia ini memberikan begitu banyak irama kehidupan yang distortif, yang menarik kita jauh dari irama penuh anugerah yang harmonis nan indah dari Sang Gembala. Adakah kita mau kembali mendengarkan irama-Nya dan menari, melangkah bersama-Nya? Ajakan ini tidak hanya untuk saya, tetapi juga untukmu, untuk kita semua yang lelah, berbeban berat, haus jasmani dan rohani. Sang Gembala senantiasa mengulurkan tangan-Nya bagi kita. Harmoni anugerah-Nya selalu diperdengarkan bagi kita. Mari, dengarkan kembali irama anugerah Kristus, sambut uluran tangan-Nya, dan menarilah kembali bersama-Nya.
Bandung, 17 November 2017
Misael Prawira.


Komentar
Posting Komentar