Hanya seorang hamba
"Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu
yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah
hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus
lakukan" - Lukas 17:10.
Menjelang event SAAT Youth Camp (SYC) 2014 yang semakin dekat, saya dengan sengaja terus merenungkan apa artinya melayani bersama Tuhan. Saya mengingat-ingat kembali beberapa ayat di Alkitab yang pernah menegur dan menyemangati saya untuk melayani bersama Tuhan. Perenungan saya hari ini pun sampai kepada Lukas 17:7-10, yang berjudul "Tuan dan hamba".
Ketika saya membaca kembali dan merefleksikan perikop tersebut, saya semakin tertegur dan sadar status saya di hadapan TUHAN ketika saya melakukan tugas pelayanan yang Ia percayakan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Tuhanlah tuannya dan saya hanya seorang hamba, yang menjalankan apa yang tuannya inginkan. Hamba yang sebenarnya tidak layak diberikan ucapan terima kasih, apalagi diberikan reward setelah melaksanakan tugasnya. Namun, di samping saya semakin menyadari bahwa saya hanyalah hambanya Tuhan, saya juga semakin mengerti dan menyadari bahwa Tuhan bukanlah tuan yang sembrono dan jahat, yang memperlakukan hamba-hambanya dengan semena-mena. Tuhan adalah tuan yang mau memperlengkapi hamba-hamba-Nya dengan segala yang hamba-Nya butuhkan untuk melakukan tugas pelayanannya. Tidak berhenti di situ, Tuhan juga adalah tuan yang mau bekerja bersama dengan hamba-hamba-Nya. Ia tidak membiarkan para hamba-Nya berjalan sendirian, karena Ia adalah tuan sekaligus gembala yang baik. Figur tuan seperti inilah yang akhirnya membuat para hambanya bisa berkata seperti yang tertuliskan di dalam Lukas 17:10.
Tuhan, berjalanlah bersama kami, para hamba-Mu yang hanya melakukan apa yang Engkau kehendaki, agar nama-Mu dimuliakan. Amin.
"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan" - Matius 11:29-30.
Malang, 29 Desember 2014
Satu hari menjelang SYC 2014,
Misael Prawira.
Menjelang event SAAT Youth Camp (SYC) 2014 yang semakin dekat, saya dengan sengaja terus merenungkan apa artinya melayani bersama Tuhan. Saya mengingat-ingat kembali beberapa ayat di Alkitab yang pernah menegur dan menyemangati saya untuk melayani bersama Tuhan. Perenungan saya hari ini pun sampai kepada Lukas 17:7-10, yang berjudul "Tuan dan hamba".
Ketika saya membaca kembali dan merefleksikan perikop tersebut, saya semakin tertegur dan sadar status saya di hadapan TUHAN ketika saya melakukan tugas pelayanan yang Ia percayakan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Tuhanlah tuannya dan saya hanya seorang hamba, yang menjalankan apa yang tuannya inginkan. Hamba yang sebenarnya tidak layak diberikan ucapan terima kasih, apalagi diberikan reward setelah melaksanakan tugasnya. Namun, di samping saya semakin menyadari bahwa saya hanyalah hambanya Tuhan, saya juga semakin mengerti dan menyadari bahwa Tuhan bukanlah tuan yang sembrono dan jahat, yang memperlakukan hamba-hambanya dengan semena-mena. Tuhan adalah tuan yang mau memperlengkapi hamba-hamba-Nya dengan segala yang hamba-Nya butuhkan untuk melakukan tugas pelayanannya. Tidak berhenti di situ, Tuhan juga adalah tuan yang mau bekerja bersama dengan hamba-hamba-Nya. Ia tidak membiarkan para hamba-Nya berjalan sendirian, karena Ia adalah tuan sekaligus gembala yang baik. Figur tuan seperti inilah yang akhirnya membuat para hambanya bisa berkata seperti yang tertuliskan di dalam Lukas 17:10.
Tuhan, berjalanlah bersama kami, para hamba-Mu yang hanya melakukan apa yang Engkau kehendaki, agar nama-Mu dimuliakan. Amin.
"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan" - Matius 11:29-30.
Malang, 29 Desember 2014
Satu hari menjelang SYC 2014,
Misael Prawira.
Komentar
Posting Komentar