The True Marriage Foundation

8th of November 2011

Good morning people! :)
Setelah libur 1 hari, akhirnya saya masuk kerja lagi..hehe..dan di hari yang baru ini, saya terpikir ingin membagikan sedikit-banyak tentang relasi keluarga.
8 November 25 tahun yang lalu, papa dan mama saya dipersatukan dalam ikatan pernikahan kudus di altar Tuhan, dan puji Tuhan sampai sejauh ini Tuhan selalu memimpin tiap langkah mereka dan juga keluarga kami (saya dan adik). Mungkin saya tidak tahu terlalu banyak mengenai lika-liku kehidupan pernikahan papa dan mama, berhubung saya juga belum menikah (sooner or later!hehehe) dan mungkin juga karena saya tidak terlalu banyak tanya (atau mungkin tidak terlalu banyak mau tahu) dan sebaliknya juga mereka tidak banyak share ke anak-anaknya.
Namun, dari 25 tahun yang sudah mereka lewati, betapa mudah ataupun sulit langkah hidup mereka berdua, betapa mungkin ada saja masalah-masalah yang merintangi, betapa pun sulitnya menghadapi anak-anaknya yang bandel-bandel (hehe), betapa mungkin adanya air mata dan emosi yang turut campur dalam kehidupan keluarga kami, sampai sejauh ini (setidaknya sampai hari ini), saya hanya bisa berkata Eben-Haezer (Sampai di sini Tuhan menolong kita - 1 Samuel 7:12). Eben-Haezer sendiri (setelah cari-cari di mbah google) berasal dari bahasa Ibrani: EVEN (batu) dan EZER (penolong).
Batu penolong dan batu karang yang teguh hanya bisa kita dapatkan dalam Tuhan Yesus. Di dalam setiap aspek kehidupan kita, apapun itu (termasuk dalam pernikahan dan berkeluarga), hanya Tuhan Yesuslah andalan kita dan dasar dari segala sesuatu yang kita lakukan dan perbuat (Matius 7:24). Terkadang kami lupa, ketika menghadapi masalah, kami berusaha mengatasinya dengan kekuatan kami sendiri, tanpa menyadari bahwa batu karang yang kokoh itu tak henti-hentinya menopang kami, sehingga ketika kami hampir jatuh dan runtuh, kami menyadari bahwa kami masih bisa kembali berdiri tegak, itu semua karena Yesus selalu menopang kami dan tidak pernah membiarkan kami sekeluarga hancur begitu saja.
Mungkin saya belum bisa berbicara banyak mengenai keluarga dan pernikahan, namun apa yang sudah saya lihat selama hampir 24 tahun perjalanan hidup saya, semua pengalaman-pengalaman hidup tersebut sudah terlalu lebih dari cukup untuk saya mengatakan: kasih Tuhan terlalu besar untuk keluarga kami. Dua momen dalam hidup saya yang tidak dapat saya lupakan, di mana Tuhan turun tangan menuntun dan menolong keluarga saya, adalah ketika saya (dengan anugrah Tuhan) lulus dari ITB pada bulan Agustus 2010 (tepat 4 tahun, tidak kurang tidak lebih) dan diwisuda pada bulan Oktober 2010, serta 1 November 2011 (1.11.11) ketika papa (kembali dengan anugrah dan pertolongan Tuhan) bisa kembali bekerja dan berkarya untuk Tuhan di dunia profesinya. Saya hanya bisa berkata: Praise the Lord! God is so good all the time!

Last but not least, di penghujung tahun ke-23 saya di dunia ini, saya sangat merindukan pengalaman-pengalaman rohani yang lebih lagi bersama Tuhan, dan saya dan keluarga bisa semakin mendekatkan diri dan mengandalkan Tuhan Yesus dalam setiap langkah hidup kami. Amen.

"S'lalu Bersamaku" by GMB (Giving My Best)
Hanya Kau tempat ku berlindung
Hanya Engkau laguku dan kekuatanku
Ijinkanlah ku datang menyembah
Membawa syukurku

Sedalamnya hatiku Kau pun tahu
Dan kasih-Mu tak jauh dalam jiwaku
Didalam kesesakan
Didalam kemenangan
Ku tahu Engkau selalu bersamaku



Yes Lord, all that we know and trust, that You will always be with us, from the beginning until the end of our time :)


http://www.youtube.com/watch?v=_pLLwrCjkKI


God bless us everyone!

Komentar

Postingan Populer