Purification of a Christian life

Yohanes 15:1-2
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah."


Perjalanan kehidupan kita sebagai anak Tuhan, seringkali diwarnai oleh berbagai ketidakcocokkan, di mana rencana hidup kita berbeda dengan rencana Tuhan, ketika Tuhan mengarahkan kita ke kanan sedangkan kita malah serong kiri. Begitu banyak situasi dalam hidup kita yang seakan rasanya sangat sulit, sehingga kita tak jarang berkata: "Ah Tuhan! Jangan terus-terusan setir saya dong! Sekali-sekali saya yang pegang kendali lah! Ikut Tuhan kok jadi susah begini sih, apa-apa ga boleh, apa-apa nanti dulu, arrgghhh!".

Saya percaya, Firman Tuhan di atas sangat benar adanya. Tuhan ingin setiap anak-anak-Nya tidak hanya dapat berbuah, tetapi berbuah banyak di dalam hidup mereka masing-masing, dan saya percaya juga setiap kita, anak-anak Tuhan pasti juga ingin supaya hidup kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Namun, apakah kita sudah benar-benar memahami bahwa untuk menghasilkan hidup yang berbuah, ada proses pemurnian yang harus dilalui? Ada pembentukan karakter, perbaikan sikap dan sifat, dan masih banyak lagi bentuk pemurnian dari Tuhan Yesus. Ia tidak ingin kita menjadi anak-anak gampangan (Ibrani 12:1-17). Di dalam versi bahasa Inggris (KJV) dari Yohanes 15:2, dituliskan: "Every branch in me that beareth not fruit he taketh away; and every branch that beareth fruit, he purgeth it, that it may bring forth more fruit". Perhatikan kata "purgeth" atau purge saja. Berdasarkan hasil translate dari om google, salah satu definisi dari kata purge adalah pembersihan, dan di sana ditambahkan beberapa alternatif arti dari pembersihan ini, yang salah satunya adalah purification, yang berarti pemurnian. Tuhan Yesus tidak melakukan pembersihan secara sembarangan. Pembersihan yang Ia lakukan bertujuan untuk memurnikan kita, agar kita semakin banyak berbuah dan kita boleh menjadi saluran berkat untuk memuliakan nama-Nya.

Ketika saya melihat ke belakang, khususnya setiap peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan saya di tahun 2012, pada akhirnya saya dapat memahami bahwa saya sedang berada dalam wadah pemurnian Tuhan. Awalnya, seperti yang sudah pernah saya sharing-kan, saya benar-benar tidak mengerti mengapa peristiwa demi peristiwa buruk terjadi dalam kehidupan saya. Ya, "buruk" dalam definisi manusia, dan "indah" dalam definisi Tuhan. Ia tidak pernah merancangkan yang jahat untuk hidup anak-anak-Nya. Sekalipun kita berusaha untuk menyimpang dari jalan yang ditetapkan-Nya, Ia dengan setia terus mengarahkan kita dengan kasih-Nya agar kita kembali ke jalan-Nya, dan walaupun di tengah perjalanan kita terjatuh, Ia pasti akan menopang kita, sehingga kita tidak akan sampai terkapar apalagi sekarat. Ketika melihat bagaimana pimpinan Tuhan dalam hidup saya, khususnya dalam pelayanan saya, sungguh saya melihat bahwa segala sesuatu yang Ia kerjakan dan lakukan adalah sungguh amat baik adanya. Tuhan tidak pernah salah dalam menuntun saya menjalani langkah demi langkah di dalam kehidupan saya. Tidak akan bisa saya membagikan hidup saya seperti ini, jika bukan karena kasih karunia Tuhan yang terlampau besar untuk saya.

Saya bersyukur untuk setiap tahapan pemurnian yang Tuhan sudah dan sedang kerjakan dalam kehidupan saya, dan saya belajar untuk dengan setia menanti akan tahapan demi tahapan selanjutnya, karena saya tahu di depan sana, Tuhan menyediakan segala sesuatu yang baik, sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya, bagi saya dan setiap kita yang berharap dan mengandalkan-Nya. Ada 1 pujian yang selalu mengingatkan saya untuk setia menjalani proses pemurnian yang Tuhan kerjakan, agar saya semakin serupa dengan-Nya, sampai saya berjumpa dengan Tuhan di dalam kekekalan nanti. Selamat menikmati:


Murnikanku

Tuhan, ku datang tertunduk malu
Engkau lihat kedalaman hatiku
Inilah aku hamba-Mu
Namun tujuan hidupku hanya melayani diri sendiri

Sesungguhnya ku hamba dunia
Terpikat oleh kesenangan fana
Akan harta dan kuasa, kebanggaan hati
B'ri belas kasih-Mu, oh Tuhan

Reff:
Murnikanku, tekad di hatiku
Agar ku tersadar, menderita dengan-Mu
Murnikanku, arahkan mata hatiku
Agar ku setia pada-Mu


Efesus 1:18 "Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus"





Jakarta, di hari kedua bulan pertama tahun ke-13 dari milenium ke-2,

Misael Prawira.

Komentar

Postingan Populer