Entering 2013: How Great is Our God

Selasa, 1 Januari 2013
3:25 pagi, menjelang matahari pertama di tahun 2013


Selamat tahun baru 2013!

Ya, itulah ucapan yang keluar dari setiap kita semua pada hari ini, dan pertama-tama saya sangat bersyukur diberikan 1 kesempatan lagi untuk berkarya bagi Tuhan Yesus di dunia ini, khususnya di Indonesia. Baru saja juga saya merayakan pergantian tahun, dimulai dengan kebaktian tutup tahun bersama keluarga saya, dilanjutkan dengan makan bersama, dan merayakan pergantian tahun bersama-sama dengan rekan-rekan pemuda dan beberapa hamba Tuhan di gereja. Saya dan semua rekan-rekan sangat bersukacita dan bersyukur untuk tahun 2013 yang Tuhan berikan.

Di samping itu, seperti mungkin teman-teman yang lainnya, saya juga mendapat ucapan selamat tahun baru, baik melalui BBM dan twitter. Saya juga melihat banyak teman-teman saya yang mengganti BBM status dan profile picture mereka dengan hal-hal yang berbau tahun baru. Namun, ternyata seperti dugaan saya, yang saya sempat tuangkan juga di tulisan saya sebelum ini (1), tidak semua dari rekan-rekan saya mengekspresikan pergantian tahun dengan hal-hal yang menyenangkan, seperti yang terpampang di BBM status mereka masing-masing.

"2013, shine bright like a diamond"

"Sukses ketidurannya *flat face* "

"Nothing special *yawn* "

"2013 please be gentle with me *angel face* "

Dan masih banyak lagi BBM status yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, ya sisanya sih seperti biasa: "Happy New Year 2013!", atau "Selamat tahun baru 2013!". Saya cukup tertegun dengan BBM status dari teman-teman saya ini, sehingga timbul beberapa pertanyaan dari benak saya:

"Segitu flat-nya kah hidup ini?"

"Ke mane aje looo selama iniiii???"

"Setaon ini segitu ga dapet apa-apanya kah lo???"

Hidup ini datar-datar saja. Hidup ini tidak ada faedahnya. Hidup ini tidak berarti, atau mungkin terlalu berarti sehingga saya tidak boleh ada noda sedikit pun.

APAKAH BENAR? ANDA YAKIN DENGAN PERNYATAAN ANDA?

Beberapa saat yang lalu, saya mencoba membuka spiritual diary saya, yang sudah tersimpan cukup lama, ya kurang lebih 2 tahun sejak tumpahan tinta terakhir saya di buku tersebut, dan ketika mencoba mengkorelasikan dengan pernyataan-pernyataan di atas, saya menemukan berbagai keunikan, yaitu:

1. Pada hari Minggu, 27 Juli 2008, saya menuliskan 8 poin mengenai visi hidup saya ke depan. Dari 8 poin tersebut, ada 1 poin yang tergenapi, yaitu poin ke-7:

Oktober 2010: TA (tugas akhir) selesai, sudah seminar dan sidang, wisuda (lulus ITB)

Realita yang terjadi: Saya lulus sidang sarjana di awal bulan Agustus 2010, dan diwisuda di bulan Oktober 2010.

2. Pada hari Rabu, 25 November 2009, saya menuliskan rencana hidup saya dari tahun 2010 hingga 2015.
a. Di tahun 2010, ada 4 dari 11 poin yang tergenapi:

Mulai kerjakan TA

Menyelesaikan TA sebelum Oktober 2010 (sudah termasuk seminar dan sidang)

Lulus S1 bulan Oktober 2010

November 2010 sudah punya pekerjaan tetap di perusahaan keramik atau oil and gas

Realita yang terjadi: Benar, saya mulai mengerjakan TA saya di awal tahun 2010, menyelesaikannya sebelum bulan Oktober 2010, diwisuda di bulan Oktober 2010, dan sejak akhir September 2010 saya sudah mendapatkan pekerjaan di bidang perbankan.

b. Di tahun 2011, 1 poin tergenapi dari 7 poin yang ada:

Semakin mapan dan mantap dalam pekerjaan

Realita yang terjadi: Walaupun saya sempat tidak lulus dari program MDP di Bank Ekonomi, 1 bulan kemudian saya masuk ke TNS dan saya menemukan diri saya sangat cocok bekerja di sana.

c. Tidak ada poin yang tergenapi di tahun 2012 sampai dengan 2015. Namun, ada beberapa poin di tahun 2012 yang patut digarisbawahi, yaitu:

Makin mantap berkarir

Naik jabatan kerja

S2 (MM)

Membina hubungan dengan Rilya ke jenjang yang lebih tinggi

Realita yang terjadi: Betul, saya semakin mantap berkarir dan punya potensi untuk naik jabatan, namun saya memilih untuk berhenti dari pekerjaan sekuler saya dan menjadi full-timer di gereja saya (GKY Green Ville) sejak bulan Oktober 2012, dan di bulan Juli 2012 saya mengakhir hubungan pacaran saya dengan Rilya.

3. Pada hari Minggu, 2 Januari 2011, saya kembali menuliskan rencana hidup saya 5 tahun ke depan (2011 sampai dengan 2016), dan tidak ada satu pun yang tergenapi, tetapi di visi 2016 ada 1 poin penting yang patut untuk diperhatikan, yaitu:

Sekolah teologi

Realita yang terjadi: Saya akan sekolah teologi di tahun ini, yaitu tahun 2013.


Para pembaca bisa menilai sendiri seperti apa warna kehidupan saya, dan saya sangat yakin Anda semua akan sependapat dengan saya: kehidupan saya sangat berwarna! Tidak selalu warna cerah, tetapi ada juga warna remang-remang maupun gelap. Tidak selalu menanjak, namun ada juga lika-likunya. Dan 1 hal yang teramat benar di dalam warna-warni dan lika-liku kehidupan saya sampai saat ini: Tangan Tuhan tidak pernah sedikit pun lepas dari kehidupan saya. Kalimat yang simple dan sarat dengan kebenaran yang sejati, dan setiap langkah hidup yang saya lalui hanya membawa saya kepada satu kekaguman, yaitu sungguh besar Kau Tuhanku.

How great is our God!

Kebesaran Tuhan terlihat dari bagaimana pimpinan tanganNya mengatur ritme kehidupan saya. Ketika saya berjalan terlalu cepat, tanganNya menahan laju kehidupan saya yang terlalu terburu-buru. Sebaliknya juga ketika saya melangkah terlalu lambat, tangan Tuhan memampukan saya untuk membuat langkah saya perlahan meningkat kecepatannya dan akhirnya bisa kembali ke kecepatan yang Tuhan inginkan. Seringkali memang saya sampai tidak dapat memahami akan arahan Tuhan. Sepertinya kok tidak sesuai dengan rencana saya, tidak masuk akal, tidak beralasan, dan lain sebagainya. Namun, Tuhan Yesus dengan setia terus membimbing dan mengingatkan saya, bahwa rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, dan Ia pasti akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu dan saatNya. Tak habis-habisnya saya dibuat terkagum akan jalan Tuhan di dalam kehidupan saya. Banyak hal yang tak terduga, yang saya alami, khususnya di tahun 2012 kemarin. Benar-benar sangat di luar logika dan akal sehat. Tidak dapat saya terima secara manusia dunia. Dan ketika saya merenungkan keberadaan saya sebagai manusia yang terbatas dan diperhadapkan dengan Tuhan Allah Sang Pencipta yang tidak terbatas, yang kekal! Apa daya saya? Apalah artinya diri saya ini dibandingkan dengan kehadiran Tuhan, pengorbananNya, kasihNya, kesetiaanNya, rencanaNya?

Amsal 16 menjadi refleksi saya untuk mengawali tahun 2013 ini, sekaligus kembali mengingatkan saya akan kebesaran dan kemahaan Tuhan kita Yesus Kristus. Sangat benar bahwa rencanaNya tak terselami oleh pikiran dan hati manusia, sehebat apapun pikiran kita dan sedalam apapun hati kita mencari akan semuanya itu. Tuhan kita lebih besar dari segala hal di alam semesta ini. Ia pun lebih besar dari masalah-masalah kita. Ia terlalu besar melampaui semua yang kita pikirkan dan lakukan.

Selamat menjalani tahun 2013 dengan terus memandang akan keagungan dan kebesaran Tuhan Yesus Kristus.

Soli Deo gloria!



4:20 pagi, masih menjelang matahari terbit,

Misael Prawira.



How Great is our God

The splendor of a King, cloth in majesty
Let all the earth rejoice, all the earth rejoice
He wraps Himself in light, and darkness tries to hide
And trembles at His voice, trembles at His voice

How great is our God, sing with me how great is our God
And all will see how great, how great is our God

Age to age He stands, and time is in His hands
Beginning and the end, beginning and the end
The Godhead three in one
Father, Spirit, and the Son
The Lion and the Lamb, the Lion and the Lamb

How great is our God, sing with me how great is our God
And all will see how great, how great is our God

Name above all names, You are worthy of our praise
And my heart will sing how great is our God

Komentar

Postingan Populer