Time flies so fast..
Malang, 28 Mei 2014
Pagi tadi setelah chapel, aku melangkahkan kaki ke perpustakaan SAAT. Awalnya hanya ingin melihat tanggal peminjaman buku, namun aku tertarik untuk membaca koran. Ketika aku membuka koran Kompas tertanggal hari ini (28 Mei 2014), terselip pengumuman hasil SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), yang dulu disebut SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru). Ketika melihat selipan tersebut, aku teringat 8 tahun yang lalu, diantara bulan Juni atau Juli 2006, aku melihat selipan yang sama, yaitu Pengumuman Hasil SPMB 2006. Di saat itu aku dinyatakan diterima masuk ke Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Material.
Dari peristiwa ini, aku melihat dua hal:
1. Waktu benar-benar berjalan sangat cepat. Saat ini aku sudah kuliah untuk kedua kalinya sekaligus menjawab panggilan Tuhan. Namun, tidak terasa waktu itu cepat sekali, sampai-sampai aku teringat dengan tulisanku yang berjudul "What have I done lately for Jesus?"
2. Ketika waktu berjalan cepat, ada satu faktor yang selalu mengiringi perjalanan hidupku: Anugerah Tuhan. Ya, anugerah itu yang selalu mengingatkanku akan kebaikan demi kebaikan Tuhan, perbuatan demi perbuatan Tuhan yang indah dan ajaib. Poin kedua inilah yang menjadi tema utama perenunganku kali ini.
Delapan tahun berlalu sejak 2006, sejak aku berkuliah di ITB, dan disinilah aku berada; aku berkuliah kembali, di tempat yang berbeda (SAAT) untuk menjawab panggilan Tuhan dan di dalam anugerah Tuhan aku boleh melewati tahun pertamaku. Ketika mengingat berbagai peristiwa yang aku lalui selama delapan tahun ini, aku hanya bisa takjub akan anugerah demi anugerah Tuhan di dalam hidupku. Ada satu lagu yang ingin aku bagikan, yang menggambarkan bagaimana anugerah Tuhan dicurahkan bagiku, bagi aku yang tidak layak ini.
Sebenarnya ku tak layak (Just as I am, withouth one plea)
Sebenarnya ku tak layak, namun ku dib'ri darah-Mu
Dan Engkau memanggil daku, ya Domba Allah, ku datang
Kini ku datang pada-Mu, sungguh aku tak berdaya
Hanya darah-Mu basuhku, ya Domba Allah, ku datang
Dengan kasih Kau t'rimaku, sucikanku, s'lamatkanku
Janji-Mu pasti jadilah, ya Domba Allah, ku datang
Just as I am without one plea, but that Thy blood was shed for me
And that Thou bid'st me come to Thee, o Lamb of God, I come! I come
Just as I am and waiting not to rid my soul of one dark blot
To Thee whose blood can cleanse each spot, o Lamb of God, I come! I come
Just as I am, though tossed about with many conflict, many doubt
Fightings within and fears without, o Lamb of God, I come! I come
Just as I am, poor, wretched, blind; sight, riches, healing of the mind
Yes all I need in Thee to find, o Lamb of God, I come! I come
Just as I am, Thou wilt receive; wilt welcome, pardon, cleanse, relieve
Because Thy promise I believe, o Lamb of God, I come! I come
Just as I am, Thy love unknown; has broken every barrier down
Now, to be Thine, yea, Thine alone; o Lamb of God, I come! I come
"Grace is the good pleasure of God that inclines him to bestow benefits upon the undeserving. It is a self-existent principle inherent in the divine nature and appears to us as a self-caused propensity to pity the wretched, spare the guilty, welcome the outcast, and bring into favor those who were before under just disapprobation. Its use to us sinful men is to save us and make us sit together in heavenly places to demonstrate to the ages the exceeding riches of God's kindness to us in Jesus Christ." - A. W. Tozer.
Misael Prawira.

Komentar
Posting Komentar