(Anda Seorang Seniman Kristus?) Jangan BODOH!

Holla bloggers and blog-readers!!

Mungkin judul posting saya kali ini agak-sedikit-mungkin-sangat kasar.. :) Ya, beberapa minggu belakangan ini, pikiran saya cukup disibukkan dengan hal-hal yang sebenarnya bukan merupakan masalah atau hal yang besar, namun oleh sebagian orang ditambahi bumbu, embel-embel, dan lain-lain sedemikian rupa, sehingga menjadi suatu hal atau masalah yang benarrrrrr-benarrrrrr besarrrrrr.. Entah apa yang ada di pikiran dan hati orang-orang ini..

Di beberapa posting saya sebelumnya, saya sempat menyinggung mengenai cara pandang orang-orang Kristen pada masa sekarang, yang cenderung sempit (tidak melihat sesuatu secara keseluruhan atau bahasa jawanya tuh "see from the big picture") dan tidak berdasarkan Firman Tuhan alias asal comot saja..
Kali ini, saya sangat tertarik untuk menganalisa hal di atas, khususnya dari sisi orang-orang Kristen yang melayani, ya bisa lah kita sebut AKTIF melayani..

Sebelumnya mungkin ada beberapa hal yang saya kira entah dilupakan atau tidak dimengerti oleh sebagian besar anak-anak Tuhan yang aktif melayani:

1. Pelayanan, atau kesempatan melayani adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita, anak-anakNya. Lebih spesifik lagi, definisi anugerah sendiri (terjemahan bebas saya) adalah suatu hal yang diberikan kepada kita, dengan kondisi seharusnya kita tidak menerima itu. Jika memang kita SADAR dan MENGERTI bahwa pelayanan itu adalah anugerah Tuhan yang sangat berharga, sudah seharusnya kita menyikapi dan merespon akan pelayanan tersebut dengan rasa syukur dan tidak mempermainkan serta tidak menyia-nyiakan akan kesempatan melayani tersebut.

2. Saya percaya, kita semua melayani sebagai SATU tubuh Kristus. Jika memang kita SADAR dan MENGERTI arti dari kalimat SATU tubuh Kristus, maka sudah seharusnya kita melayani sebagai SATU KESATUAN, bukan sendiri-sendiri.

3. Berbicara spesifik mengenai pelayan Tuhan di bidang ibadah, khususnya worship team (liturgis, singers, pemusik, paduan suara, dll), sudah seharusnya kita sama-sama SADAR dan MENGERTI bahwa peran kita adalah sebagai prompter atau perantara, di mana Tuhan sebagai audience atau penontonnya dan jemaat sebagai aktornya. Sebagai prompter, kita diposisikan sebagai pribadi yang sudah seharusnya mempersiapkan pelayanan kita (dalam hal ini lagu / puji-pujian dan musik) semaksimal mungkin, yang didasari oleh pengenalan kita yang sejati akan Kristus dan anugerahNya kepada kita, berupa pelayanan kita, dan juga KESATUAN kita sebagai SATU tubuh Kristus. Tidak sepatutnya kita saling menyombongkan diri satu sama lain, apalagi sampai menuntut untuk dimengerti dan tidak mau mengerti satu sama lain.

4. Kita diciptakan sebagai masing-masing pribadi yang unik; mempunyai karakter, kelebihan, serta kekurangan masing-masing, dan terlebih lagi sebagai orang yang melayani Tuhan di bidang seni, entah itu musik, suara, seni murni, dan lainnya, saya sangat percaya kita dianugerahkan kreativitas yang luar biasa, yang datangnya hanya dari Tuhan kita. Sudah seharusnya kita memakai kreativitas tersebut untuk memuliakan nama Tuhan, bukan untuk memaksakan akan keinginan kita sendiri ketika melayani.

Di sini saya ingin menekankan kepada poin ke-4. To be honest, saya cukup bingung dengan seniman-seniman gereja yang pemikirannya terlampau dangkal, sempit, ya bisa dibilang lebih sempit dari saluran air alias got! Saya percaya, seniman-seniman gereja adalah orang-orang dengan talenta yang luar biasa dan pemikiran yang sangat kreatif, tetapi kenyataannya mengapa kita harus membatasi kreativitas dan talenta kita sendiri???

Saya bukan dengan sengaja menumpahkan masalah ini di ranah publik, namun saya ingin setiap kita belajar untuk membuka pikiran kita seluas-luasnya. Kita bukanlah manusia bodoh seperti burung di sangkar emas yang sangat luasss.. Kita adalah manusia ciptaan Tuhan yang sudah diselamatkan dan dianugerahi talenta dan kesempatan demi kesempatan melayaniNya, sebagai satu tubuh Kristus! Jangan pernah, sekali lagi JANGAN PERNAH membatasi kreativitas kita dengan hal-hal yang tidak berprinsip dan tidak ada dasarnya! Kita diciptakan sebagai manusia yang terus berkarya dan berkreasi, bukan robot yang diatur dan diprogram sedemikian rupa!

Saya adalah pribadi yang terus belajar untuk menghargai keindahan dan kekayaan seni di dalam pelayanan di gereja, khususnya musik. Jika memang kita SADAR dan MENGERTI akan keINDAHan dan keKAYAan musik gereja, apakah patut kita berkata:

"Eh, lagu How Great Thou Art jangan dipakein rhythm dong! Nanti esensi lagunya hilang! Lagian itu kan lagu hymn!"

"(Dengan mengerutkan muka dan menjatuhkan posisi bibir) Itu kenapa lagu Holy, Holy, Holy dikasi dung-cek-cek begitu ya?!? Tahu ga makna dari lagu Holy, Holy, Holy itu??!"

"Buset!! Lagu Joyful joyful  kok jadi gedumbrangan begini sih?!? Kampungan banget! Di mana sih otaknya yang main musik ini?!?!"

Nah, buat Anda-anda sekalian, seniman-seniman gereja yang masih suka ngomong seperti di atas itu, pertanyaan saya untuk Anda semua hanya satu: "Dari mana Anda tahu apa yang Anda tahu itu benar?", dengan kata lain: "Dengan dasar apakah Anda menilai bahwa hal tersebut benar atau salah?" :)
Ya, untuk Anda semua yang membaca pertanyaan saya ini, terutama jika Anda adalah seorang pemusik di gereja Tuhan, silahkan Anda menjawab pertanyaan ini. Mau di dalam hati kek, mau jawab ke saya kek, ke siapa pun, silahkan, karena saya sangat tertarik dengan jawaban Anda :)

Last but not least, saya hanya ingin berkata bahwa segala sesuatu yang saya tuliskan di posting saya ini, terutama pertanyaan terakhir tadi, semata-mata bermaksud untuk MEMBUKA wawasan Anda semua mengenai KEINDAHAN dan KEKAYAAN seni di gereja, khususnya musik :)
Pesan saya hanya satu: Layani Tuhan bukan dengan pemikiran dan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan hikmat dan pertolongan dari Tuhan sendiri, dan layanilah Tuhan kita dengan segala talenta dan pemikiran yang sudah dianugerahkannya kepada kita, sehingga kita dikenal tidak hanya sebagai hambaNya yang beriman dan setia, tetapi juga sebagai seorang pelayan Tuhan yang berwawasan luas :)

Selamat melayani dan selamat bergumul :)

Cum Deo faciemus nostrum optimus!

Komentar

Postingan Populer