Inkarnasi di dalam penjara


 
Sejak vonis bagi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dijatuhkan oleh hakim, hampir seisi dunia merespons.  Saya mengatakan ini karena peristiwa tersebut tidak hanya menyita perhatian warga Jakarta atau negara Indonesia saja, tetapi sampai ke belahan dunia lainnya.  Bahkan masuknya Pak Ahok pun mendapatkan "ucapan selamat" dan "tumpengan," plus salah satu media memberikan judul yang sangat menarik: "The Crucifixion of Ahok.

Saya pikir Pak Ahok tidak meminta dunia merespons akan vonis yang dijatuhkan kepadanya, atau bahkan meminta beberapa negara dan badan perdamaian untuk membelanya (bandingkan dengan oknum lain yang sedang dolanan di belahan dunia lain sambil menunggu dipanggil polisi dan malah meminta bertemu Komnas HAM di Eropa).  Namun, bagi seorang Kristen, saya kira Pak Ahok hanya merindukan satu Pribadi yang merespons kepadanya.  Pribadi yang selama ini ia imani, ia kenali lebih dalam; Pribadi yang setia menjadi sahabatnya; Pribadi yang memampukan Pak Ahok untuk mengimitasi-Nya, sehingga Pak Ahok dapat menjadi pelayan masyarakat; Pribadi yang hadir secara spiritual bagi Pak Ahok dan juga berbicara kepadanya melalui sebuah Alkitab.  
 
Ya, Pak Ahok selalu membawa firman hidup itu di dalam kehidupannya.  Dia paham betul siapa yang ia percaya dan siapa dirinya.  Pak Ahok paham bahwa dia mudah sekali untuk berbuat salah, sehingga setiap hari dia bangun sangat pagi dan membaca Alkitab--sebuah hal yang saya pribadi teladani dan pelajari.  Bahkan sampai ia masuk penjara, ia membawa firman hidup itu.  Setahu saya, penjara bukan tempat sembarangan.  Kita tidak bisa membawa barang-barang seenaknya.  Di tengah keterbatasan itulah, saya kira hal pertama yang terlintas di benak Pak Ahok adalah: "Saya harus membawa Alkitab."  Peristiwa yang mirip juga terjadi di dalam salah satu adegan di dalam film Hacksaw Ridge.

Saya tidak tahu apa pendapat orang-orang mengenai hal ini, yaitu ketika Pak Ahok diidentikkan dengan Alkitab, bahkan sampai di dalam penjara.  Namun, ketika membaca berita-berita mengenai hal tersebut, saya merasa tertegur.  Saya belum tentu bisa seperti beliau.  Mungkin kalau saya masuk penjara saat ini, yang saya ingat pertama adalah keluarga saya.  Mungkin saya berdoa, tetapi hanya sekadar kata-kata.  Sekali lagi, saya sungguh tertegur oleh teladan iman Pak Ahok.  Hal ini pun menjadi sebuah kelegaan rohani bagi saya dan saya kira juga untuk setiap orang yang sehati dan sepikir dengan Pak Ahok.  Raganya boleh terpenjara, tetapi imannya tidak.  Tuhan yang ia percaya, yang berinkarnasi ribuan tahun lalu, kali ini kembali berinkarnasi di dalam penjara.  Firman hidup itu hadir bagi Pak Ahok.  Allah Imanuel itu hadir bagi beliau.  Ia ada dan Ia tidak diam.  Saya kira kehadiran Sang Firman Hidup itu adalah sebuah penghiburan yang tiada bandingannya bagi Pak Ahok.  Dengan kehadiran Yesus Kristus di dalam penjara, saya yakin Pak Ahok akan banyak belajar.  Penjara akan menjadi sebuah sekolah teologi baginya, sebagaimana rumah sakit jiwa telah menjadi sekolah teologi bagi seorang misionaris besar bernama John Sung.

Berbahagialah Pak Ahok, karena yang menemani dan menghiburmu adalah Tuhanmu.  Berbahagialah Pak Ahok, karena engkau berpegang pada firman yang hidup.  Berbahagialah Pak Ahok, karena Tuhan tidak pernah diam.  Ia hadir bagimu.  Berbahagialah Pak Ahok, karena engkau telah "berinkarnasi" bagi warga Jakarta, menjadi alat Tuhan untuk melayani warga Jakarta.  Berbahagialah Pak Ahok, karena dengan berpegang pada kebenaran engkau dipenjara.  Teruslah menjadi murid Kristus.  Teruslah mengimitasi Kristus.  Penjara tidak akan menghalangimu untuk menjadi teladan dan saksi yang hidup.  Penjara tidak akan menghalangi Tuhan untuk memakaimu menjadi garam dan terang.  Tetaplah asin dan bersinar!
"How well God must like you--you don't hang out at Sin Saloon, you don't slink along Dead-End Road, you don't go to Smart-Mouth College.  Instead you thrill to GOD's Word, you chew on Scripture day and night." - Psalm 1:1-2 (The Message)

"The Word became flesh and blood, and moved into the neighborhood.  We saw the glory with our own eyes, the one-of-a-kind glory, like Father, like Son, Generous inside and out, true from start to finish." - John 1:14 (The Message)
 

"When God wants to drill a man and thrill a man and skill a man,
When God wants to mold a man to play the noblest part;
When he yearns with all his heart
to create so bold a man that all the world will be amazed,
Watch his methods, watch his ways:
How God relentlessly perfects whom he royally elects;
How he hammers us and hurts us,
and with mighty blows convert us into trial shapes of clay
which only God can understand,
While our tortured heart is crying and we lift beseeching hands.
How God bends, but never breaks
when his good he undertakes;
How he uses whom he chooses
and with every purpose fuses us;
By every act induces us to try his splendor out--
God knows what he's about!"
- Dale Martin Stone.


Bandung, 12 Mei 2017

Misael Prawira.


Sumber-sumber:

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer