Pemerintah atau Pemelintah???

Di tulisan ini, saya cuma ingin share my deepest concern to our country, Indonesia, terutama untuk pemerintahan yang sedang berjalan. Mungkin sharing saya sedikit subjektif..hehe..doesn't mattter lah ya, toh niatnya baik, yaitu untuk kemajuan bangsa dan negara (Amen!).

Coba kita liat-liat dulu cuplikan di bawah ini:

pasti pernah dan sering liat yang kaya di atas ini kan? atau yang berikut ini:

pasti berhubungan sama yang selanjutnya:

dan yang di bawah ini sih menurut saya very2 annoying:


Well guys, suka ga suka, inilah cerminan bangsa kita. Ya memang ga semua orang di Indonesia seperti ini, namun coba aja kita bikin persentasenya, mungkin bisa dianalogikan dengan tingkat pendidikan.
In my point of view, Indonesia kurang menghargai beberapa hal yang semestinya mendapat perhatian dan penghargaan lebih. Misalnya saja untuk pekerjaan sebagai guru atau polisi. Setahu saya, 2 pekerjaan ini hanya menghasilkan pendapatan yang tidak seberapa untuk memenuhi kebutuhan hidup, sampai2 harus ada pekerjaan tambahan ataupun "sampingan". Seorang guru oke lah bisa ngelesin, nah polisi? ngelesin apaan coba? Dan lagi2 dari kabar2 yang saya dengar, polisi seringkali melakukan pekerjaan "sampingan" untuk menambah kocek kantong mereka. Oke lah kalo pekerjaan itu mendatangkan kebaikan dan mengedukasi masyarakat pengguna lalu lintas, lah ini mah malah cenderung memberatkan dan memperburuk citra polisi sendiri.

Pada intinya, saya hanya sangat berharap pemerintah melakukan 3 hal saja:
1. Hargailah warga negaramu yang sudah (dan mungkin akan) bersusah payah membuat negara ini menjadi negara yang jauh lebih baik. Penuhilah apa yang menjadi hak warga negaramu.
2. Edukasilah warga negaramu mengenai hal-hal yang penting dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya mengenai lalu lintas (menyebrang pada tempat yang tepat, penggunaan trotoar, jalur transjakarta, dll). Dengan mengedukasi warga, maka hal-hal buruk (seperti kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dll) akan berkurang dan mungkin saja suatu saat nanti Indonesia bersih dari hal-hal seperti itu.
3. Alokasikan budget negara untuk hal-hal yang lebih berguna. Ga usah deh pake duit atau bikin budget buat gedung DPR baru lah, mendingan dipake buat ngeberesin rusunawa yang masih ngegantung statusnya, supaya masyarakat bawah punya tempat tinggal yang lebih layak. Untuk poin ini sebenernya saya punya 1 saja solusi yang amat sangat mudah untuk dilakukan oleh bapak2 dan ibu2 pejabat, yaitu sisihkan 10% dari gaji kalian tiap bulan. Kalo memang mau lebih ya bersyukur. Toh kalian punya banyak aset kan selain gaji per-bulan, malah ada aset yang di luar negeri pula. Percepatlah pembangunan infrastruktur yang berguna (MRT misalnya) , atau penambahan armada TransJakarta, dan juga alokasikan dana untuk memelihara kebersihan lingkungan dan juga kebersihan fasilitas umum. Kalo fasilitas2 bersih, warga juga ga segan kan menggunakannya?:)

Last but not least, saya juga berharap pemerintah lebih membuka mata untuk para profesional duduk di pemerintahan, tentu saja profesional yang berdedikasi dan mau berkontribusi serta mengabdi buat negara. Dibandingkan mengambil orang2 partai politik yang cuma modal cuap2, koar2, tiap kali ngomong cuma asbun ga jelas, lebih baik angkatlah orang2 yang lebih kompeten. Lebih baik anda mengeluarkan effort lebih untuk sesuatu atau seseorang yang lebih worth it, dibandingkan effort yang lebih untuk sesuatu atau seseorang yang ga memberikan apa2 untuk negara ini.

MERDEKA!

Komentar

Postingan Populer